Pages

ads

Wednesday, 26 February 2014

RANGKUMAN BAHASA INDONESIA SMP (SIAP HADAPI UN 2014)

1. Memahami Wacana Lisan Melalui Kegiatan Mendengarkan Berita 
Mengumpulkan Isi Berita
Dalam mengumpulkan isi sebuah berita, sebaiknya kita terlebih dahulu
mengetahui unsur apa saja untuk menyusun sebuah berita. Sebuah berita tersusun
atas unsur – unsur :
a. Apa (What) : apa yang diberitakan
b. Siapa (Who) : siapa yang terlibat dalam berita tersebut
c. Dimana (where) : dimana berita tersebut terjadi
d. Kapan (when) : kapan peristiwa dalam berita tersebut terjadi
e. Mengapa (why) : mengapa peristiwa dalam berita tersebut terjadi
f. Bagaimana (how) : bagaimana dampak dari peristiwa dalam berita tersebut

2. Mengungkapkan Pengalaman dan Informasi Melalui Kegiatan Bercerita dan Menyampaikan Pengumuman
A. Menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat yang efektif.
B. Menyampaikan pengumuman Agar pengumuman dapat diterima dengan baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain : 1) Kalimatnya harus efektif, yaitu singkat, jelas, tapi mudah dipahami. 2) Intonasi dan pelafalannya harus tepat. 3) Membuat penekanan pada kata atau kelompok kata yang dipentingkan.

3. Mengungkapkan Pemikiran dan Pengalaman dalam Buku Harian dan Surat Pribadi 
A. Menulis Buku Harian
Buku harian merupakan buku yang berisi tentang catatan kehidupan dan kegiatan seseorang yang dicatat setiap hari. Buku harian ditulis dengan menggunakan bahasa yang bebas, bahkan tidak terikat pada EYD.
B. Menulis Surat Pribadi
Surat pribadi adalah surat yang ditulis seseorang atas nama pribadi kepada orang lain. Bahasa yang digunakan dalam surat pribadi sangat bebas dan tidak terikat pada EYD.
C. Menulis Teks Pengumuman Dalam menulis teks pengumuman, sebaiknya kita memperhatikan : 1) Bahasa yang mudah dipahami 2) Menggunakan kalimat efektif 3) Kepada siapa pengumuman ditujukan harus jelas
4) Mencantumkan latar belakan, tujuan, atau waktu berlakunya hal yang
diumumkan 5) Mencantumkan siapa yang membuat pengumuman

4. Mengekapresikan Pikiran, Perasaan, dan Pengalaman Melalui Pantun dan Dongeng 
A. Menulis pantung dengan syarat pantun Pantun mempunyai syarat – syarat sebagai berikut : 1) Terdiri atas 4 baris 2) Setiap baris terdiri atas 8 – 12 suku kata 3) Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan
keempat merupakan isi 4) Bunyi akhir atau rima dari pantun bersajak a – b – a – b
B. Menulis kembali dongeng yang pernah dibaca atau didengar Jenis – jenis dongeng, yaitu : 1) Legenda : cerita yang mengisahkan tentang suatu tempat atau daerah 2) Fabel : cerita yang semua tokohnya adalah binatang 3) Mite / mitos : cerita yang dihubungkan dengan keajaiban 4) Sage : cerita yang mengandung unsur kepahlawanan

(sahabatbahasa) SEMOGA KITA LULUS (sahabatbahasa)

5. Menanggapi Bercerita dan Bertelepon 
A. Menceritakan tokoh idola
B. Bertelepon dengan kalimat yang efektif dan bahasa yang santun Cara bertelepon yang baik : 1) Mengucap salam pembuka 2) Sebutkan nama dan tujuan kita menelpon 3) Gunakan kalimat yang efektif dalam berbicara melalui telepon
4) Gunakan kata – kata / bahasa yang santun, apalagi dengan orang yang lebih tua
5) Akhiri pembicaraan dengan ucapan salam penutup atau ucapan terimakasih

6. Membedakan Kalimat yang Berisi Fakta, Opini, dan Kesimpulan 
A. Fakta
Fakta adalah sebuah kenyataan dan kebenaran yang telah menjadi bagian dari sejarah waktu; kebenarannya tidak perlu dibuktikan lagi. Kalimat fakta mengatakan sesuatu secara objektif (apa adanya), tidak memberikan penilaian, dan tidak bermaksud mempengaruhi.
B. Pendapat
Pendapat adalah suatu gagasan atau pemikiran tentang sesuatu. Gagasan dapat berupa penilaian, anggapan, atau dugaan yang bisa saja salah sehingga perlu dibuktikan kebenarannya. Didalam pendapat ada maksud mempengaruhi, meyakinkan, atau membentuk opini publik sehingga biasanya disertai bukti – bukti atau alasan (argumen).
C. Kesimpulan
Kesimpulan adalah pendapat atau pemikiran yang telah diuji beberapa kali dan telah terbukti kebenarannya. Kesimpulan pada hakikatnya merupakan sebuah rumusan pernyataan umum yang ditarik setelah melihat bukti atau fakta yang ada di lapangan.

7. Bahasa Baku
Bahasa baku adalah bahasa yang mengikuti kaidah bahasa yang berlaku atau bahsa yang dijadikan tolak ukur / standar masyarakat pemakai bahasa dan ditentukan sebagai bagian dari ragam baku / resmi berdasarkan kesepakatan. Sebaliknya, bahasa tidak baku adalah bahasa yang tidak mengikuti kaidah bahsa yang telah ditentukan. Ciri – ciri bahasa baku, yaitu sebagai berikut :
A. Selalu menggunakan awalan me-atau ber-pada kata kerja yang menjadi predikat di dalam kalimat.
B. Selalu menggunakan kata penghubung bahwa atau karena di dalam kalimat majemuk.
C. Selalu menggunakan fungsi gramatikal (subjek, predikat, dan sebagainya) secara tepat.
D. Selalu menggunakan bentuk gabungan (konstruksi sintesis) secara tepat.
E. Tidak menggunakan unsur – unsur leksikal dan gramatikal dari diaek daerah (regional).
F. Selalu menggunakan ejaan resmi dalam bahasa tulis.
G. Selalu menggunakan lafal baku dalam bahasa lisan, yaitu lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau ciri – ciri lafal daerah.

....


11. Pengumuman dan Pesan 
A. Pengumuman
Pengumuman merupakan cara menyampaikan informasi kepada orang lain atau khalayak ramai. Pengumuman bisa ditempel pada papan pengumuman atau dibicarakan di hadapan banyak orang. Kalimat yang dipakai untuk pengumuman harus jelas, singkat, dan padat. Pembuatan pangumuman berkaitan dengan : 1) Kepada siapa pengumuman itu ditujukan 2) Untuk kegiatan apa 3) Kapan dan dimana pelaksanaannya 4) Di mana dipasangnya
B. Pesan
Pesan adalah perintah, nasihat, permintaan, atau amanat yang disampaikan secara lisan atau tertulis lewat orang lain.

12. Iklan Baris
Iklan baris adalah iklan yang dimuat di surat kabar atau majalah yang ditentukan oleh jumlah baris isi iklan tersebut.
A. Butir – butir diiklan baris
•Barang yang akan diiklankan
•Fasilitas dan keistimewaan barang yang akan diiklankan
•Lokasi yang dapat dihubungi
B. Langkah – langkah menulis iklan baris 1) Mendata butir – butir pokok yang akan diiklankan 2) Membuat singkatan – singkatan kata dalam iklan 3) Menuliskan iklan baris
C. Syarat – syarat iklan baris 1) Minimal terdiri dari 2 baris , maksimal 10 baris 2) Tiap baris berisi 42 – 45 karakter 3) Kata – kata ditulis secara singkat

(sahabatbahasa) SEMOGA KITA LULUS (sahabatbahasa)

13. Slogan
Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu.
Contoh : Sekali layar berkembang, surut kita berpantang

14. Poster 
Poster atau plakat merupakan salah satu jenis pengumuman yang berisi tawaran atau ajakan untuk melaksanakan sesuatu yang baik dan bermanfaat dengan tujuan untuk menarik dan memengaruhi pembacanya agar mengikuti ajakan atau anjuran dalam poster tersebut.Poster biasanya tidak hanya berupa kalimat, tetapi juga disertai gambar. Jenis – jenis poster :
1) Poster niaga 2) Poster hiburan 3) Poster kegiatan 4) Poster penerangan / pendidikan
Langkah – langkah pembuatan poster :
a. Menentukan subjek / materi yang akan dibuat
b. Merumuskan pesan yang akan disampaikan
c. Merumuskan kalimat singkat, padat, dan jelas
d. Mencari kata – kata yang dapat memengaruhi dan dilukis dengan huruf besar – besar sehingga mudah dibaca dan diingat

Syarat – syarat poster :
•Isinya harus menarik perhatian umum, singkat dan jelas, serta tidak menyinggung perasaan.
•Bahasa dapat membangkitkan rasa ingin tahu, ingin memiliki, atau berbuat sesuatu.
•Kalimat singkat, mudah dipahami, dan langsung kesasaran.
•Gambar dapat mendukung bunyi poster dan harus ada persamaan antara tema / kalimat dengan gambar.

14. Membaca Tabel, Grafik, dan Bagan 
Langkah – langkah membaca tabel, grafik, dan bagan :
a. Bacalah judulnya
b. Bacalah keterangan yang ada di atas, di bawah, atau di sisinya
c. Ajukan pertanyaan tentang tujuan tabel, grafik, bagan, dan peta itu
d. Langkah terakhir, bacalah tabel, grafik, bagan, atau peta itu.

Membahasakan tabel, Grafik, dan Bagan
Membahasakan grafik atau bagan pada dasarnya adalah penerjemahan
keterangan atau informasi berbentuk simbol atau tanda ke bentuk bahasa lisan atau
tulisan. Grafik atau bagan itu sendiri dibuat guna memperjelas sesuatu.

15. Jenis Karangan 
A. Narasi adalah suatu bentuk tulisan yang berisikan cerita tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengalaman orang lain. Contoh: roman, cerpen, novel.
B. Deskripsi adalah suatu bentuk tulisan yang berisikan gambaran tentang suatu peristiwa dengan tujuan menciptakan daya khayal pembaca tentang apa yang dialami penulis. Contoh: gambaran tentang Danau Toba
C. Persuasi adalah suatu bentuk tulisan yang berisikan ajakan untuk melakukan sesuatu. Contoh: Wacana tentang ajakan atau iklan advertorial
D. Eksposisi adalah suatu bentuk tulisan yang berisikan penjelasan, pemaparan, atau penguraian suatu pokok pikiran. Contoh: Wacana tentang tata cara pemilu 2004
E. Argumentasi adalah suatu bentuk tulisan yang berisikan alasan, contoh, dan bukti yang kuat, serta meyakinkan sehingga pembaca akan terpengaruh dan membenarkan pendapat, gagasan, sikap, dan keyakinan penulis. Contoh: Wacana alasan tentang diperlukannya GDN

16. Jenis Paragraf 
1) Deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya di awal
2) Induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya di akhir
3) Campuran adalah paragraf yang kalimat utamanya di awal dan di akhir
4) Naratif dan deskripsi adalah paragraf yang kalimat utamanya diseluruh alinea

17. Rangkuman dan Ikhtisar 
Rangkuman adalah bentuk singkat suatu karangan dengan tetap memperhatikan urutan gagasan yang ada di dalamnya.
Ikhtisar adalah bentuk singkat suatu karangan tanpa memperhatikan urutan gagsan yang ada di dalamnya.
Cara membuat rangkuman dan ikhtisar :
1) Garis bawahi butir – butir pokok yang terdapat dalam teks. 2) Tuliskan kembali butir – butir pokok dalam satu paragraf singkat.

18. Daftar Pustaka 
Daftar pustaka (bibliografi) adalah sebuah daftar yang berisikan judul – judul buku, artikel – artikel, dan bahan – bahan penerbitan lainnya.
Contoh :
Daftar Pustaka
Ambary, Abdullah. 1996. Penuntun Terampil Berbahasa Indonesia. Bandung : Djatnika.
Kasim, Syoridar. 1997. Bahasa Indonesia untuk SLTP Kelas 3. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Surana. 1996. Materi Pelajaran Bahasa Indonesia 3B. Solo : Tiga Serangkai.

(sahabatbahasa) SEMOGA KITA LULUS (sahabatbahasa)

19. Meresensi Buku Pengetahuan 
Meresensi buku adalah memberikan penilaian buku dengan memaparkan, menjelaskan, atau mengkritik isi buku yang diresensi. Tujuan meresensi :
1) Memberikan informasi isi buku yang diresensi 2) Memberikan pertimbangan kepada pembaca 3) Mengajak pembaca untuk memikirkan, mendiskusikan masalah yang muncul
pada buku yang diresensi
Unsur – unsur meresensi buku pengetahuan, sebagai berikut :
1) Identitas Buku
•Judul resensi
•Judul buku
•Nama pengarang
•Nama penerjemah
•Penerbit
•Tahun terbit
•Tebal buku
2) Sistematika resensi buku pengetahuan
•Bagian identitas buku
•Bagian isi
•Bagian penutup berisi kelebihan dan kekurangan buku, simpulan, saran peresensi kepada pembaca

Langkah – langkah meresensi buku :
1) Memahami buku yang akan diresensi 2) Mengidentifikasi bentuk fisik buku dan isi buku 3) Menunjukkan kekurangan dan kelebihan buku 4) Meringkas buku 5) Menanggapi isi buku

20. Puisi Lama 
Pantun, syair, gurindam, karmina adalah termasuk jenis sastra lama yang memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
1) Anonim atau tidak menyebutkan nama pengarang 2) Bersifat istana sentris 3) Penyebarannya secara lisan 4) Terkadang tidak masuk akal 5) Banyak menggunakan bahasa kilse
Perhatikan beberapa contoh dan ciri – ciri puisi lama berikut !
A. Pantun
•Indonesia asli
•Terdiri atas 4 baris
•Bersajaka – b – a – b
•Baris ke-1 dan ke-2 = sampiran Ke-3 dan ke-4 = isi

Contoh : Kemumu di dalam semak
Jatuh melayang selaranya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya
B. Gurindam
•Tamil
•Terdiri atas 2 baris
•Bersajak a – a
•Baris seluruhnya isi (nasihat)

Contoh: Kurang pikir kurang siasat
Kelak dirimu akan tersesat

21. Puisi Baru 
Puisi adalah karya sastra yang bahasanya terikat oleh rima, irama, penyusunan larik, dan bait. Puisi juga merupakan bahsa yang menyampaikan pesannya dengan lebih padat daripada pemakaian bahasa biasa.
Unsur Pembagian Puisi :
1) Tema; makna
Citraan: Perasaan, contoh : betapa gerahnya hari ini
Visual, contoh : Hei Nak! Jangan naik pohon itu !
Gerak, contoh : Si anak merapa punggungnya
Pendengaran, contoh : Gemerisik air kolam memecah sunyinya malam
2) Rasa (sikap penyair terhadap topik puisi)
3) Nada (sikap penyair terhadap pembaca)
4) Amanat; tujuan; maksud adalah sesuatu yang menjadi tujuan sang penyair atau
efek tertentu yang didambakan penyair
Parafrase adalah menyadur puisi dalam bentuk prosa atau cerita 



(sahabatbahasa) SEMOGA KITA LULUS (sahabatbahasa)

Monday, 24 February 2014

POSTER KARYA SISWA SMP

Judul Spoiler:
Let's Go Green-syam

Keep away from the grass

GO Green

keep away from the grass


























































È